Monday, November 3, 2014

MIKROTIK SEBAGAI GATEWAY, DHCP SERVER, & ROUTING


Kali ini saya akan share tentang konfigurasi os mikrotik menjadi gateway,DHCP Server, dan Routing. Karena dari setiap konfigurasi yang dilakukan itu saling berhubungan.

Yang dibutuhkan:
- LAPTOP
- VMWARE
- OS MIKROTIK
- OS WINDOWS XP
- WINBOX
Langkah awal yang harus kita lakukan adalah mengecek apakah sudah terdapat interface dan terdapat IP address di Mikrotik yang akan kita gunakan.


Langkah selanjutnya masukan alamat IP address yang kita dapatkan dari provaider sebagai IP Public misalkan. IP address=200.100.50.1, Gateway=200.100.50.254 dan DNS Server=200.100.50.100, 200.100.50.101. Gunakan interface=ether1 sebagai network IP Public.


Keterangan :
Ø  Action : Aksi yang akan dilakukan pada paket.
Ø  Masquerade : alamat asal (IP local) akan ditranslasikan ke IP public.
Ø  Chain : proses yang akan dialami oleh paket
Ø  Out-interface : antarmuka pada router sebagai jalan keluarnya paket.
Ø   NAT : Network Address Translation adalah salah satu fasilitas Router untuk meneruskan paket dari IP asal dan atau ke IP tujuan.

Setelah melakukan konfigurasi di Mikrotik Os, sekarang lakukanlah konfigurasi pada Laptop kita di Vmnet8 sebagai server untuk meremote Mikrotik Os. Masukan ip address 200.100.50.3 dengan netmask 255.255.255.0 dan gateway alamat IP yang terdapat di Mikrotik yaitu 200.100.50.1



Lakukan cek pada mikrotik terhadap IP address dan IP dns server dengan cara.


Lakukan cek pada laptop kita dengan cara ping melalui command prompt


Jika sudah terdapat alamat IP yang kita setting, sekarang lakukan remote mikrotik melalui winbox. Pada Connect to masukan alamat IP=200.100.50.1 dan Login=admin, lalu klik button connect.


Lalu bisa melakukan remote seperti gambar dibawah ini


Sebelum ke langkah selanjutnya menyetting mikrotik menjadi DHCP Server, perlunya kita menambah interface di vmware terlebih dahulu cara seperti dibawah ini. Bila sudah melakukan penambahan interface network adapter 2 lebih baik melakukan restart pada os mikrotiknya dengan perintah (system reboot) lalu pilih yes.


Konfigurai IP Public atau Mikrotik sebagai Gateway telah selesai kita lakukan, sekarang saatnya lakukan konfigurasi IP Local pada Mikrotik. Untuk IP Local kita gunakan IP=192.168.28.1/24 dengan range DHCP 192.168.28.10-192.168.28.30


Selanjutnya Lakukan konfigurasi pada client dengan memberikan opsi “Obtain IP address automatically” dan “Obtain DNS server address automatically” pada Internet Protocol (TCP/IP) Properties di os windows xp yang terdapat di vmware.


Jika sudah melakukan konfigurasi, lakukan pengecekan ip dengan cara ping ke ip gateway. Jika terlihat jawaban Reply from maka konfigurasi telah berhasil seperti gambar dibawah


Selanjutnya akan melakukan konfigurasi mikrotik sebagai routing, Langkah awal yang harus kita lakukan adalah menambahkan interface network adapter 3 dengan status Host-Only.


Setelah menambahkan Network Adapter menjadi 3 buah, sekarang cek dengan cara memasukan perintah interface print dan ip address print. Perintah pertama adalah masukan alamat untuk IP Local dengan IP 10.10.10.1/8 pada interface ether3.


Setelah melakukan konfigurasi di Mikrotik Os, sekarang lakukanlah konfigurasi pada Laptop kita di Vmnet1 sebagai client. Masukan ip address 10.10.10.2/8.


Langkah terakhir adalah melakukan test jaringan dengan cara ping ke semua alamat yang terdapat di Mikrotik dan dengan remote dari winbox. Pastikan keadaan Firewall off.






Monday, June 30, 2014

Menginstal dan Menggunakan Aplikasi Driver Genius

Driver Genius atau yang biasa di sebut juga dengan Driver Backup adalah sebuah software/aplikasi yang berfungsi Meng-Backup Driver yang kita miliki tapi dengan syarat Driver nya sudah terinstal sebelumnya pada komputer yang Anda miliki . Driver yang bisa di Backup sepertiVideo Graphic CardEthernet CardSound Card, dsb. Berikut adalah Cara Menginstal dan Menggunakan Aplikasi Driver Genius ( Driver BackUp ) :
A. Menginstal Aplikasi Driver Genius :
1. Bukalah jendela Explorer (Ctril-E) atau tempat File Installan Anda simpan, kemudian klik lah 2x File Install Driver BackUp.

2. Kemudian Akan muncul pilahan bahasa yang kita pergunakan. Pada pilihan ini pilih saja English setelah itu Next.

3. Setelah itu Next karena tidak ada yang harus di setting.

4. Kemudian Installer akan membawa Anda ke License Agreement, untuk hal ini pilih I accept the agreement setelah itu Next lagi.

5. Setelah itu Installer akan menanyakan kepada Anda dimana akan meletakan program instalan tersebut (biarkan pada defaultnya). Kemudian Next lagi.

6. Kemudian centanglah kedua Option yang di sediakan oleh instaler Driver Genius. Next

7. Kemudian Next kembali karena tidak ada yang perlu di setting.

8. Kemudian Installer akan menanyakan kepada Anda, Apakah mau membuat Icon Driver Genius di Desktop Anda? Kalau Anda mau buat centanglah Option Create a dekstop icon setelah itu Next.

9. Kemudian Pilih Install untuk memulai Proses Instalasi.

10. Selanjutnya adalah Proses Penginstalan. Tunggulah beberapa menit untuk proses ini.

11. Proses Instalasi sudah selesai. Klik Finish untuk menyelesaikan Proses Instalasi.

B. Menggunakan Aplikasi Driver Genius :
1. Klik Icon Driver Genius yang telah Anda Instal tadi.

2. Kemudian akan muncul Unregistered Copy.
3. Setelah itu pilih Register Now. Kemudian isikan sesuai dengan ilustrasi yang saya buatkan , setelah itu klik Register.

4. Setelah proses registrasi selesai lakukanlah pengbackup-an driver. Kemudian Centanglah jenis Driver yang ingin Anda backup. Pada ilustrasi ini saya akan membackup semua driver yang Ada pada komputer saya.

5. Kemudian tentukan Backup Locationnya dan Start Backup.
6. Tunggulah sampai proses peng-backup selesai.

Macam-macam Troubleshooting pada RAM komputer

Dibawah ini adalah macam-macam kasus atau permasalahan yang sering terjadi pada RAM komputer,
berikut macam-macam kasus dan solusinya:



Kasus :
Memasang RAM pada komputer dengan kapasitas melebihi
64MB, RAM tidak bisa terdeteksi oleh DOS, tetapi bisa
terdeteksi oleh Windows.
Solusi :
Kondisi semacam itu wajar dan normal, karena DOS pada
waktu dirancang hanya bisa mengenali RAM yang terpasang dengan kapasitas
64 MB, lebih dari 64 MB tidak akan terdeteksi. Berbeda dengan Windows,
semua RAM yang terpasang akan terdeteksi dengan baik, selama RAM yang
dipasang dalam kondisi bagus dan tidak rusak.

Kasus :
Laporan RAM. Ada kapasitas dari RAM sebesar 128KB atau 384KB yang tidak
pernah dilaporkan ketika melakukan proses booting.
Solusi:
Kondisi ini normal. Beberapa versi dari BIOS tidak akan menampilkan area
dari memori yaitu memori konvensional dan memori ekstended.

Kasus :
Sistem komputer menjadi lambat ketika ditambahkan beberapa memori.
Solusi:
Langkah pertama adalah, pastikan semua memori baru yang dipasang dikenali
dengan baik oleh BIOS atau Windows. Apabila motherboard tidak mendukung
penambahan memori dan hanya menerima kapasitas paling besar adalah 64MB, maka percuma saja menambah memori baru. Memori tetap bisa terpasang
tetapi efeknya bisa memperlambat kinerja komputer.

Kasus :
Menambah memori tetapi Win XP Prof tidak bisa berjalan dengan lancar.
Menambah memori sebesar 256MB dan 128 ke komputer. BIOS bisa
mendeteksi RAM yang sudah ditambahkam tersebut tetapi Windows tidak
berhasil mendeteksi bahkan tampilan di layar monitor menjadi biru.
Solusi :
Hal yang harus diperhatikan adalah RAM yang baru apakah cocok dan sesuai
dengan motherboard dan jenis RAM yang lain yang sudah terpasang
sebelumnya di motherboard. Kalau RAM tersebut tidak cocok, maka akan
mempengaruhi kinerja sistem bahkan mengakibatkan sistem tidak berjalan
dengan baik. Sebelum memasang RAM, hal yang sangat penting adalah
memperhatikan tipe dan PC dari RAM tersebut.

Kasus :
Identifikasi memori yang rusak. Ketika menghidupkan komputer, terdengar
bunyi beep dan komputer tidak mau booting.
Solusi :
Beep tersebut menandakan adanya perangkat keras yang melekat pada
motherboard mengalami kerusakan. Yang paling umum adalah kerusakan
terjadi pada memori. Segera ambil memori tersebut dari motherboard
kemudian coba bersihkan memori dengan tisu atau atau kain yang bersih.
Setelah dibersihkan pasang kembali pada slot nya. Apabila setelah dipasang,
masih keluar bunyi beep, memorinya harus diganti dengan yang baru.


Monday, April 14, 2014

Cara Menggunakan Disk Cleanup di Windows 7

Informasi
Disk Cleanup menemukan dan menghapus file yang tidak perlu pada hard disk untuk membebaskan ruang disk dan dapat membantu komputer Anda berjalan lebih cepat. Iniakan menunjukkan kepada Anda bagaimana membuka dan menggunakan Disk Cleanup pada Windows 7.


Catatan
Disk Cleanup file exe terletak di C: \ Windows \ System32 \ cleanmgr.exe




Inilah Cara Menggunakan:
- Buka Start Menu, klik All Programs, folder Accessories, folder System Tools,and Disk Cleanup. (lihat          gambar di bawah)   CATATAN: Anda juga bisa mengetik cleanmgr ke dalam kotak pencarian dan tekan Enter untuk                  membuka Disk Cleanup.


      - Pilih drive yang ingin Anda menggunakan Disk Cleanup pada, dan klik OK. (lihat gambar dibawah)
        CATATAN: Anda tidak akan melihat jendela ini kecuali jika Anda memiliki lebih dari satu drive atau             partisi pada komputer Anda.



      - Anda sekarang akan melihat screenshot di bawah ini sejenak. Setelah itu, lakukanlangkah 4, 5, 6, atau          7 untuk apa yang Anda ingin hapus menggunakan Disk Cleanup.

Untuk Hapus yang tidak perlu Non-Sistem Berkas

  - Periksa jenis file kotak yang ingin Anda hapus, dan klik OK. (lihat gambar di bawah) 


 -  Klik pada tombol Delete Files. (lihat gambar di bawah)


  File-file akan dihapus dan Disk Cleanup akan menutup.

-  Untuk Hapus Sistem File yang tidak perlu

 Klik pada tombol Clean Up File System. (lihat gambar di bawah)
   CATATAN: Jika Anda hanya melakukan instalasi upgrade atau memperbaiki install baru,maka Anda            juga akan melihat File dibuang oleh pilihan upgrade Windows. Ini akan                                                          menjadi untuk Thec: \ $ inplace ~ TR dan C: \ WINDOWS $ ~ Q folder... Jika Andahanya melakukan        instalasi kustom baru, maka Anda juga akan melihat Sebelumnyainstalasi Windows pilihan. Ini akan              menjadi untuk folder C: \ Windows.old.


-  Jika diminta oleh UAC, kemudian klik Yes.
Ulangi langkah 2 hingga 4.

-  Untuk Buka Program dan Fitur

CATATAN: Ini akan membuka Program dan jendela Fitur di mana Anda dapat meng-uninstall program. Biasanya Anda juga bisa melakukan ini dengan Program pembukaandan Fitur di Control Panel.



-  Jika diminta oleh UAC, kemudian klik Yes.
Ulangi langkah 2 hingga 4.

-  Untuk Buka Program dan Fitur

CATATAN: Ini akan membuka Program dan jendela Fitur di mana Anda dapat meng-uninstall program. Biasanya Anda juga bisa melakukan ini dengan Program pembukaandan Fitur di Control Panel.



- Klik pada tombol Clean up system files, seperti gambar sebelumnya
- Jika diminta oleh UAC, kemudian klik Yes.
-Klik pada tab More Options. (lihat gambar di bawah)

     - Klik pada tombol up Bersih bawah Program atas dan bagian Fitur. (lihat gambar di atas)
     - Klik OK.
     - Dalam Program dan Fitur, pilih program apapun yang Anda inginkan uninstall.

     - Untuk Hapus Semua tapi Sistem Terbaru Restore Point

       CATATAN: Ini juga akan mencakup menghapus salinan bayangan (Versi Sebelumnya) yang                        dibuat dengan restore point dihapus.

     - Klik pada tombol Clean Up File System, dan ulangi langkah 2 dan 3. 
     - Jika diminta oleh UAC, kemudian klik Yes.
     -  Klik pada tab More Options. 
     - Klik pada tombol up Bersih bawah Sistem Restore bawah dan bagian Salinan Shadow
     - Klik pada tombol Delete untuk mengkonfirmasi penghapusan. (lihat gambar di bawah)

      - Klik OK.
      - Klik pada tombol Delete Files. (lihat gambar di bawah)

     - File akan dihapus dan Disk Cleanup akan menutup.